Sejarah Pendudukan Israel di Tanah Palestina Sejak 1967

Segera setelah Israel menaklukkan Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur pada perang Juni 1967, pemerintah Israel mulai membangun permukiman di wilayah tersebut. Awalnya berjumlah sedikit, permukiman itu dengan cepat semakin meluas di wilayah Palestina yang diduduki.

Hari ini, sekitar 620 ribu pemukim Israel tinggal di lebih dari 200 permukiman, atau sekitar 11 persen dari total populasi Yahudi di tanah Palestina. Dilansir dari laman Alaraby, Kamis (28/11), dijelaskan mengenai sejarah dari penjajahan Israel ke Palestina yang masih berlangsung sampai saat ini.

Pemindahan penduduk ke dalam wilayah yang diduduki adalah jelas bentuk pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa Keempat. Seluruh permukiman Israel di wilayah Palestina ditetapkan ilegal di bawah hukum internasional.

Dampak dari pembangunan permukiman tersebut meluas. Penutupan jalan, pos pemeriksaan, dan desain pembangunan infrastruktur lainnya untuk melindungi pemukim, seperti pemisahan jalan, dan sangat membatasi pergerakan warga Palestina.

Sementara itu, perampasan sumber daya tanah dan air untuk permukiman tersebut menyebabkan petani kehilangan sumber mata pencaharian, dan membatasi pengembangan perkotaan bagi kota-kota di Palestina.

Kekerasan oleh para pemukim, banyak dari mereka bersenjata, melawan penduduk sipil Palestina juga hal rutin setiap harinya, dengan aksi pembakaran lahan pertanian dan pelemparan batu ke mobil.

Lahirnya Gerakan Pemukim Israel

Beberapa bulan setelah perang Juni 1967, permukiman Israel pertama, Kfar Etzion, dibangun di Tepi Barat. Permukiman awalnya dibangun di wilayah strategis utama atas dalih militer tapi berpenduduk jarang.

Orang-orang Yahudi yang dulu menduduki permukiman itu meyakini Tanah Israel sebagai tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka, sebagai pembenar misi mereka untuk menjajah Palestina. Pada 1968, penghasut sayap kanan Israel, Rabbi Moshe Levinger menyelundup ke Hebron dengan para pengikutnya dari Gerakan Tanah Israel untuk merayakan Paskah dan menolak untuk kembali dari sana.

Dipindahkan oleh pasukan Israel ke dekat pangkalan militer, pemerintah akhirnya mengizinkan pembangunan permukiman Kiryat Arba di pinggiran kota Hebron – menggambarkan gelombang pertama pemukin ideologis di Tepi Barat.

Di tahun yang sama, Dewan Keamanan PBB mengumpulkan 13 suara dan 2 abstain untuk mengadopsi Resolusi 252 “menegaskan kembali bahwa pencaplokan wilayah oleh penaklukan militer tidak dapat diterima”.

Selama periode yang sama, gerakan Gush Emunim mulai dikenal setelah perang Arab-Israel tahun 1973, mengorganisir unjuk rasa, pawai dan aksi mendukung pembangunan permukiman. Gerakan ini memenangkan pencapaian penting pada 1975 ketika pemerintah mengizinkan Eilon Moreh dibangun dekat Nablus.

Tahun 1977, Perdana Menteri Yitzhak Rabin menyetujui pembangunan permukiman Maale Adumim, yang akhirnya menjadi pusat industri utama dengan lebih dari 30.000 orang.

Permukiman itu, yang menjadi kota pada 1991, merupakan bagian dari kebijakan utama Israel untuk memisahkan Yerusalem dari Tepi Barat, dan mencegah kota yang diperebutkan itu terpecah. Pada 1978, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Jimmy Carter menganggap bahwa permukiman Israel “tidak konsisten dengan hukum internasional”.

Beberapa bulan setelah perang Juni 1967, permukiman Israel pertama, Kfar Etzion, dibangun di Tepi Barat. Permukiman awalnya dibangun di wilayah strategis utama atas dalih militer tapi berpenduduk jarang.

Orang-orang Yahudi yang dulu menduduki permukiman itu meyakini Tanah Israel sebagai tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka, sebagai pembenar misi mereka untuk menjajah Palestina. Pada 1968, penghasut sayap kanan Israel, Rabbi Moshe Levinger menyelundup ke Hebron dengan para pengikutnya dari Gerakan Tanah Israel untuk merayakan Paskah dan menolak untuk kembali dari sana.

Dipindahkan oleh pasukan Israel ke dekat pangkalan militer, pemerintah akhirnya mengizinkan pembangunan permukiman Kiryat Arba di pinggiran kota Hebron – menggambarkan gelombang pertama pemukin ideologis di Tepi Barat.

Di tahun yang sama, Dewan Keamanan PBB mengumpulkan 13 suara dan 2 abstain untuk mengadopsi Resolusi 252 “menegaskan kembali bahwa pencaplokan wilayah oleh penaklukan militer tidak dapat diterima”.

Selama periode yang sama, gerakan Gush Emunim mulai dikenal setelah perang Arab-Israel tahun 1973, mengorganisir unjuk rasa, pawai dan aksi mendukung pembangunan permukiman. Gerakan ini memenangkan pencapaian penting pada 1975 ketika pemerintah mengizinkan Eilon Moreh dibangun dekat Nablus.

Tahun 1977, Perdana Menteri Yitzhak Rabin menyetujui pembangunan permukiman Maale Adumim, yang akhirnya menjadi pusat industri utama dengan lebih dari 30.000 orang.

Permukiman itu, yang menjadi kota pada 1991, merupakan bagian dari kebijakan utama Israel untuk memisahkan Yerusalem dari Tepi Barat, dan mencegah kota yang diperebutkan itu terpecah. Pada 1978, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Jimmy Carter menganggap bahwa permukiman Israel “tidak konsisten dengan hukum internasional”.

Sejarah Belanda 1875

Sejarah Negeri Belanda adalah sejarah bangsa maritim yang tumbuh dan berkembang di daerah tanah rendah delta sungai yang bermuara ke Laut Utara di kawasan barat laut benua Eropa.

Catatan sejarah Negeri Belanda bermula dengan kurun waktu empat abad manakala daerah ini menjadi perbatasan wilayah Kekaisaran Romawi yang dijaga militer.

Daerah perbatasan ini kian lama kian terdesak serbuan suku-suku rumpun Jermanik yang berpindah ke arah barat. 

Seiring runtuhnya Kekaisaran Romawi dan bermulanya Abad Pertengahan, tiga suku terbesar dari rumpun bangsa Jermanik tampil menguasai daerah ini, yakni orang Frisia di sebelah utara serta kawasan pesisir, orang Saksen Hilir di sebelah timur laut, dan orang Franka di sebelah selatan.

Pada Abad Pertengahan, wangsa Karoling berhasil menguasai daerah ini, dan memperluas wilayah kekuasaan mereka hingga mencakup hampir seluruh kawasan barat Eropa. 

Negeri Belanda kala itu merupakan bagian dari Kadipaten Lotharingia Hilir di dalam wilayah Kekaisaran Romawi Suci yang didirikan dan diperintah orang Franka.

Selama beberapa abad, Negeri Belanda terbagi-bagi menjadi sejumlah swapraja feodal, antara lain BrabantHollandZeelandFriesland, dan Gelre, dengan garis perbatasan yang terus-menerus berubah.

Belum ada wilayah kesatuan yang setara dengan wilayah negara Belanda sekarang ini.

Pada 1433, Adipati Burgundia berhasil menguasai seluruh daerah tanah rendah di Kadipaten Lotharingia Hilir, dan mendirikan swapraja Negeri Belanda Burgundia.

Wilayah swapraja ini meliputi kawasan yang sekarang menjadi wilayah Negeri Belanda, Belgia, Luksemburg, dan sebagian Prancis.

Raja-raja Spanyol yang beragama Katolik menindak keras penyebaran agama Kristen Protestan, yang menimbulkan perseteruan antarkelompok masyarakat di dua kawasan yang kini menjadi wilayah negara Belgia dan daerah Holland di Negeri Belanda. 

Pemberontakan rakyat Belanda yang berkobar sesudahnya mengakibatkan swapraja Negeri Belanda Burgundia pecah menjadi Negeri Belanda Spanyol dan Perserikatan Provinsi-Provinsi.

Negeri Belanda Spanyol adalah wilayah di sebelah selatan yang warganya memeluk agama Kristen Katolik dan menuturkan bahasa Prancis maupun bahasa Belanda (kurang lebih meliputi wilayah negara Belgia dan negara Luksemburg sekarang ini), sementara Perserikatan Provinsi-Provinsi adalah wilayah di sebelah utara yang mayoritas warganya beragama Kristen Protestan dan hanya sedikit yang beragama Kristen Katolik penutur bahasa Belanda.

Wilayah Perserikatan Provinsi-Provinsi inilah yang menjadi cikal bakal Negeri Belanda modern.

Pada Zaman Keemasan Negeri Belanda yang mencapai puncaknya sekitar tahun 1667, terjadi perkembangan di bidang usaha dagang, industri, seni rupa, dan ilmu pengetahuan.

Negari Belanda berkembang menjadi sebuah imperium makmur yang menguasai koloni-koloni di berbagai pelosok dunia, dan Kongsi Hindia Timur atau Kompeni Belanda muncul sebagai salah satu perusahaan dagang nasional tertua dan terpenting yang berasaskan kewirausahaan dan usaha dagang.

Pada abad ke-18, kedigdayaan dan kemakmuran Negeri Belanda merosot.

Negara ini melemah akibat berulang kali berperang melawan negara-negara tetangga yang lebih kuat, yakni Inggris dan Prancis. Kerajaan Inggris merebut Nieuw Amsterdam, koloni Belanda di Amerika Utara, dan mengganti namanya menjadi New York.

Kerusuhan dan perseteruan sengit timbul di antara kaum pendukung Willem van Oranje dan kaum Patriot.

Revolusi Prancis merembet sampai ke Negeri Belanda selepas tahun 1789, dan bermuara pada pembentukan negara Republik Batavia pada tahun 1795. Napoleon menjadikan Republik Batavia sebagai salah satu negara satelit Prancis dengan nama Kerajaan Holland pada tahun 1806, namun kemudian hari hanya menjadi salah satu provinsi Kekaisaran Prancis.

Setelah rezim Napoleon tumbang pada kurun waktu 1813–1815, berdiri Kerajaan Belanda Serikat dengan wilayah yang diperluas, dan diperintah wangsa Oranje selaku kepala monarki yang juga berdaulat atas Belgia dan Luksemburg. Raja Belanda menerapkan pembaharuan-pembaharuan ala Kristen Protestan secara paksa di Belgia, sehingga rakyat Belgia bangkit memberontak pada tahun 1830, dan akhirnya merdeka pada tahun 1839.

Setelah beberapa waktu tunduk pada pemerintah yang berhaluan konservatif, Negeri Belanda menjadi negara demokrasi parlementer yang dikepalai seorang kepala monarki konstitusional berdasarkan konstitusi tahun 1848. Negara Luksemburg modern secara resmi merdeka dari Negeri Belanda pada tahun 1839, namun masih mengakui Raja Belanda sebagai kepala negara sampai dengan tahun 1890.

Mulai dari 1890, jabatan kepala negara Luksemburg beralih ke cabang lain dari wangsa Nassau.

Negeri Belanda bersikap netral pada Perang Dunia I, tetapi tetap saja diserbu dan diduduki Jerman Nazi pada Perang Dunia II. Jerman Nazi beserta antek-anteknya menciduk dan membunuh hampir semua warga Yahudi Belanda (yang paling terkenal adalah Anne Frank).

Manakala perlawanan rakyat Belanda semakin sengit, Jerman Nazi menghambat pasokan pangan ke daerah-daerah, sehingga menimbulkan bencana kelaparan dahsyat pada kurun waktu 1944–1945.

Pada tahun 1942, Hindia Belanda direbut Jepang, tetapi orang-orang Belanda sudah lebih dahulu menghancurkan sumur-sumur minyak yang sangat dibutuhkan Jepang. 

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945. 

Suriname mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1975. Pada tahun-tahun pascaperang, Negeri Belanda mengalami pemulihan ekonomi (berkat penerapan Rencana Marshall yang dicetuskan Amerika Serikat), dan selanjutnya menerapkan konsep negara berkesejahteraan pada kurun waktu yang aman dan makmur.

Negeri Belanda membentuk persekutuan baru di bidang ekonomi dengan Belgia dan Luksemburg, yang dinamakan Uni Beneluks.

Ketiga negara ini kelak menjadi anggota pendiri Uni Eropa dan NATO.

Pada beberapa dasawarsa terakhir ini, ekonomi Negeri Belanda telah terjalin rapat dengan ekonomi negara Jerman, dan kini sangat makmur.

jayapura 04/Nob/2021 pm 01.54 wpb

dirilis oleh Vāń berg

7 Tradisi papua ekstrim dulu sampe Sekarang !!!

jayapura kamis 12.11 pm

tgl 4 nob 2021

Berikut ini telah disajikan beberapa tradisi orang Papua yang tergolong aneh dan ekstrem yang tidak banyak diketahui orang.

Indonesia adalah negara multikultural yang terdiri atas ratusan suku bangsa dengan bahasa, budaya, dan adat tradisi yang berbeda-beda.

Beberapa suku bangsa di Pulau Papua bahkan memiliki tradisi yang tergolong aneh dan ekstrem yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Tradisi-tradisi aneh dan ekstrem ini merupakan peninggalan leluhur yang telah dianut sejak lama oleh masyarakat Papua.

1. Tradisi Potong Jari

Tradisi Potong Jari dilakukan oleh masyarakat adat di Papua yang kehilangan anggota keluarganya. Setiap terdapat satu orang anggota keluarga yang meninggal maka satu ruas jari tangannya harus dipotong sebagai bentuk cinta kasih.

2. Tradisi Ararem

Tradisi Ararem merupakan tradisi arak-arakan untuk hantaran mas kawin menuju tempat dilaksanakannya pernikahan. Saat Tradisi Ararem digelar maka suasana akan sangat ramai oleh masyarakat. Hal unik dari Tradisi Ararem adalah keberadaan bendera merah putih yang turut serta menjadi bagian dari arak-arakan hantaran mas kawin.

3. Mumi Papua

Tradisi mumifikasi jenazah tak hanya ada di Mesir, Suku Dani Papua juga melakukan tradisi pembalsaman yang tokoh adat yang meninggal. Teknik mumifikasi dilakukan dengan menjemur dan mengeringkan di dalam goa, kemudian ditusuk dengan tulang babi dan diletakkan diatas perapian.

4. Tifa Darah

Tifa merupakan alat musik pukul khas dari tanah Papua yang menyerupai gendang. Beberapa suku di Papua membuat tifa dengan cara yang cukup mengerikan. Kulit binatang yang digunakan tidak dilekatkan dengan lem atau diikat dengan rotan, melainkan dengan darah. Darah diambil dari bagian paha anggota masyarakat dengan cara disayat silet.

5. Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem merupakan festival adu kekuatan dari tiga suku besar di Papua yang melambangkan kesuburan. Meskipun identik dengan kekerasan, festival ini tetap aman dan asyik untuk dinikmati pengunjung. Festival Lembah Baliem digelar dengan menggunakan skenario pemicu perang antar suku layaknya film aksi.

6. Tari Imeko

Nama Imeko diambil dari tiga daerah sembaran yaitu inanwatan, metemani, dan kokoda. Tari Imeko begitu unik karena goyang pantat dan gerakan tangan yang menyerupai kepakan sayap. Tari Imeko hanya dipentaskan dalam acara-acara adat atau saat memasuki rumah baru.
7. Bakar Batu
7. Bakar Batu

Bakar batu merupakan tradisi yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah pertanian yang diberikan tuha. Meskipun namanya bakar batu, tak hanya batu saja yang dibakar tapi juga berbagai umbi-umbian untuk kemudian dimakan bersama.

Bagaimana, apakah anda tertarik mengunjungi wilayah Papua? Tak perlu bingung, Phinemo Marketplace menyediakan berbagai paket wisata menarik di bebeberapa destinasi-destinasi wisata di Pulau Papua. Kunjungi link berikut untuk informasi selengkapnya >> Paket Wisata Papua Phinemo Marketplace.👆

penerbit: VanBerg 00.54 wpb

jayapura 04/Nob/2021

12 suku di Indonesia mayoritas Kristen !!!

12 Suku Indonesia yg Mayoritas Agama. KristenKatekisasi Online 2021.

Suku di Indonesia yang mayoritas beragama Kristen.

Indonesia adalah sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam; bahkan saat ini, negara Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk Islam terbanyak di dunia. Namun, ada beberapa suku di Indonesia yang mayoritas memeluk agama Kristen, dan berikut ini adalah daftarnya.

1. Suku Batak dari Sumatera Utara Etnis Batak merupakan salah satu suku bangsa atau kelompok etnik terbesar di Indonesia, berdasarkan sensus dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 dengan jumlah populasi sekitar 7,5 juta jiwa.

Penginjilan di tanah Batak, dimulai oleh Penginjil Amerika bernama Munson dan Lyman, namun mereka mati dibunuh di Lembah Silindung oleh salah satu Raja Batak bernama Raja Panggalamei dan rakyatnya. Penginjilan ke tanah Batak, baru mencapai puncaknya ketika seorang penginjil Jerman bernama Nommensen melakukan misi di Tanah Batak.

Suku Batak terbagi menjadi beberapa sub-etnik, antara lain: Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Mandailing dan Angkola dengan total 60% Protestan dan 3% Katolik. Namun dari keenam sub-etnik tersebut, hanya 4 sub-etnik yang mayoritas Kristen, yaitu: Toba (95%), Simalungun (85%), Karo (70%) dan Pakpak (67%).

2. Suku Nias dari Sumatera Utara Suku ini berasalh dari Pulau Nias yang terletak di bagian barat Provinsi Sumatera Utara. Jumlah populasi suku nias, adalah sebesar 1.100.000 jiwa, dimana 85% penduduknya beragama Protestan, dan 5% beragama Katolik. Gereja yang memiliki jemaat terbesar di Pulau Nias adalah Banua Niha Kriso Protestan atau disingkap BNKP.

3. Suku Mentawai dari Sumatera Barat Walaupun Provinsi Sumatera Barat, sangat dikenal dengan provinsi yang merupakan salah satu basis agama Islam, namun ada satu kabupaten di Provinsi ini yang mayoritas beragama Kristen, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang didiami oleh Suku Mentawai dengan populasi sekitar 90.000 jiwa.

4. Suku Dayak dari Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat Nama Dayak adalah nama yang diberikan oleh penjajah kepada penghuni pedalaman pulau Kalimantan. Suku Dayak sendiri terbagi menjadi beberapa sub-etnik dengan total populasi sekitar 3 juta jiwa dimana 32% beragama Katolik dan 30% lainnya beragama Protestan.

5. Suku Minahasa dari Sulawesi Utara. Suku Minahasa adalah suku yang mayoritas bermukin di daerah Minahasa Raya, Manado, Tomohon dan Bitung) dan merupakan suku terbesar di Provinsi Sulawesi Utara dengan populasi 1,3 juta jiwa dengan total 78% beragama Protestan dan 6% Katolik. Suku ini terbagi menjadi beberapa sub etnik seperti Bantik, Ratahan, Ponosakan, Tombulu, Tondano, Tombatu, Tonsea dan Tontemboan yang memiliki Bahasa yang berbeda-beda.

6. Suku Kepualauan Sulawesi Utara Daerah kepualauan di Sulawesi Utara, didiami oleh beberapa suku yang dibagi menjadi dua etnis besar, yaitu Sangir dan Talaud dengan total populasi sekitar 300.000 jiwa, dimana 90%nya beragama Protestan dan sekitar 2% beragama Katolik.

7. Suku Pamona atau Suku Poso di Sulawesi Tengah Suku ini terpusat di Kabupaten Poso dan sekitarnya dengan populasi sekitar 250 ribu juwa dimana 70% beragama Kristen dan 2% Katolik.

8. Suku Toraja di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Toraja adalah suku yang menetap di pegunungnan Sulawesi Selatan dengan populasi sekitar 1 juta jiwa dimana 65% nya beragama Protestan dan 17% beragama Katolik. Salah satu kerabat dari Suku Toraja adalah Toraja Mamasa yang juga beragama Kristen dan mendiami Kabupaten Mamasa di Provinsi Sulawesi Barat.

9. Suku Kepulauan Maluku Suku di Kepulauan Maluku, terbagi menjadi beberapa sub-etnik, dan beberapa sub-etnik yang mayoritas beragama Kristen, termasuk Katolik, antara lain: Tiakur (98%), Saumlaki (95%), Kei (70%), Aru (70%) dan Ambon (58%) dimana total Kristen yang ada di Kepulauan Maluku adalah sekitar 850 ribu jiwa. Penginjilan di wilayah Maluku digencarkan oleh Misionaris Belanda bernama Joseph Kam.

10. Suku Tobelo di Maluku Utara Sebagian besar suku ini berdiam di bagian utara Pulau Halmahera dan sebagaian di daratan pulau Morotai dan menggunakan Bahasa Tobelo.

11. Suku di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Suku di NTT dibagi menjadi beberapa sub-etnis yang biasanya diambil dari nama pulau tinggalnya. Suku-suku beragama Katolik: Flores, Timor atau Kupang dan Sumba Sedangkan suku mayoritas beragama Protestan, antara lain: Alor, Rote dan Sabu. Dari 5,3 juta penduduk NTT, 54% beragama Katolik dan 37% beragama Protestan.

12. Suku Adat di Papua Papua adalah Provinsi terluas di Indonesia, sehingga tahun 1999, Provinsi ini dimekarkan menjadi menjadi dua Provinsi,yaitu Papua dan Papua Barat. Situs resmi pemerintah provinsi papua mencatat ada sekitar 255 suku asli di Papua.

Walaupun terbagi menjadi ratusan suku, namun orang awam seringkali menyebutnya dengan sebutan Suku Papua atau Suku Irian. Dari total sekitar 4 juta jiwa suku Papua, baik di provinsi Papua ataupun di Papua Barat, 73% beragama Protestan dan 17% beragama Katolik.

seLamAt membaca Tuhan Yesus memberkati..

penulis Vāń berg

Cara membunuh babi dari suku meck pinia!!

inilah salah satu Cara menembak babi hidup dari suku meck pinia.
pada awalNya siapkan pana dan busur lalu babiNya kemudian siapkan tali ukuran 5 m Ujung tali ikat di tangan babi lalu Ujung sebelah juga ikat di kayu kemudian ambil pana dan busur lalu Ujung busur taru tali pana langsung tarik lepas pada sasarannya agar dia mati. posisi tembak juga tidak sembarangan namun lurus-lurus hati agar babi tersebut mati, jika tembak sembarangan tempat maka takkan pernah mati. seperti gambar diatas ini walaupun sudah ditembak tapi salah posisi maka dia tetap bernafas maka denganNya Berusaha kasih mati dia jadi caraNya perang kaki sebelah menyeblah laku angkat keatas kasi balik kepala kebawah supaya dia.

jikalau tidak mati maka tembak bertubi-tubi agar dia mati cepat

inilah sedikit penyelasan terkait gambar diatas.

yang juga belum mati maka jalan pintasnya tusuk pake tangan saja tapi lurus-lurus uluh hati agar dia mati cepat

setelah bunuh mati potong pake pisau kemudian mulai iris dari dagu Kiri sampai dengan pandat, mulai iris lagi dari dagu Kanan sampai pandat lalu kasi pisahkan tali Perut, pisahkan kaki, tangan hingga selesai setelah itu bakar batu, setelah itu gali tanah buat kolam kecil, setelah itu kumpulkan daun-daun alas dibawah kasi masuk batu yang dibakar di api setelah taru sayur berubah bumbu dan juga garam. setelah itu tutup lagi batu di atas lalu di bungkus pake daun lalu paling atas tutup dia pake tanah atau batu sesudah itu tunggu sampe satu Jam lebih.

jika sudah Termasak maka di buka pertama buka tanah buang setelah itu batu buang tapi tak sembarangan tempat kumpulkan di satu tempat yang sama. setelah itu buka sayur daging babi, ubi’an dan juga geladi kemudian bermacam² sayur bahkan ubi geladi.

sesudah kasi keluar dari kolam masak itu daging babi dipotong kecil lalu di berorang ditambah dengan sayur ubi geladi.

setelah itu duduk berkelompok juga Terus duduk sendiri juga bisa intinya dipotong lalu dibagikan berorang sampai makan selesai lainNya bungkus pake daun lalu isi di noken untuk bawah pulang kerumah masing-masing, atau bawah kasi teman, keluarga, OM, tante, opa atau ona.

inilah tradisi suku meck dari moyang hingga ada sampai sekarang

tingkat ceritaNya masih ada Cara lain yang saya tidak sempat Ketahui disini, ini hanyalah yang saya tau dan yang saya ketahui. kemudian yang belum tau ketahui bersama di kemudian waktu.

nama yang ada di gambar ini baju hijauh ERINUS TUHALTUK yang juga dia yang nembak babi tersebut. DEMIANUS KABAK dia yang pegang babi..

Beginilah singkat cerita

jayapura 26 oktober 2021

penulis Epinus yalak

tolak secara tegas “food estate & mako primob di labkota yahukimo”

dengan alasan yang mendalam kami mahasiswa yang ada di kota study jayapura tolak “food estate & mako primob” di kabupaten yahukimo bahwa yahukimo adalah tanah adat, tanah yang Kaya, kemudian masyarakat kita juga bebas kerja.

Bardasarkan realita yang telah kita lihat bersama bahwa WAMENA tanah milik orang papua.namun dijadi pemilikNya sebagai pendatang kemudian jadikan pembantu maka dengan itu kami tidak lagi terjadi hal ini di masyarakat kami yang ada kab yahukimo..

bupati kab yahukimo ada karena ada masyarakat ketika tak ada masyarakat maka tak ada juga bupati maka dengan itu sebagai bupati jangan semena² ambil kebijakan semau itu.

dipilih oleh rakyat terpilih untuk rakyat jangan sempitkan ruang bergeraknya masyarakat Setempat. maka merakyatkan sesuai harapan masyarakat.

yahukimo itu rumah kita bersama bukan milik sekelintir orang maka denganNya menyelesaikan dengan secara kekeluargaan karena ini masyarakat tidak seperti negara lawan negara jadi mo menyiapkan TNI/POLRI dan lainNya itu..

maka kami berharap kepada yang terhormat bapa kosong satu yahukimo jangan lagi membangun yang sedang menyiapkan untuk membangun ini stop dan stop bangun di tanah kita..

yahukimo bukan tanah TNI/POLRI stop bikin mako primob dan lain-lain..

pemerintah sehati dengan rakyat maka akan berjalan dengan baik, tapi jika pemerintah memihak semaunya maka tak jalan lancar dalam pembangunan yahukimo depa

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai