





























Pilih Figur Tanpa Kepentingan https://www.kompas.id/baca/polhuk/2021/11/08/pilih-figur-tanpa-kepentingan/ Download aplikasi Kompasid untuk mendapatkan berbagai berita mendalam dan terpercaya khas Harian Kompas! Android: https://bit.ly/hkompas iOS: https://apple.co/3rvZXy9

Cara ini dipakai saat mau dansa atau pada saat mau perang antara suku lain, diwarnai dengan beberapa di antaraNya yaitu : menghitamkan di wajah dengan membakar alang alang lalu di bakar menjadi debu ditambungkan menjadi satu.
setelah jadikan satu tuangkan air sedikit lalu di tumpuk setelah itu digocok.
kemudian yang warna putih bersegi empat merupakan Gigi babi yang besar.namun dibunuh masak makan selesai cabut gigiNya itu setelah itu diiris jadikan kecil.
setelah itu kasih lobang di hidung manusia kemudian kasih tusuk ikut lobang tersebut.
nah, kalau warna putih titik ini mereka ambil tanah putih yang cocok di Pakai.namun, tak langsung tapi musti campur dengan Cara tertentu yang biasa dorang Pakai.
bulu-bulu yang di Pakai di kepala ini kus hutan namun kita tidak Ketahui namanya karena belum tau namun mereka dijadikan bulu tersebut di Pakai sebagai hiasan.
kemudian yang disebut: panah, dan busur, ini kayu yang berubah busur dan panah. bagemana CaraNya guys 😁 Mari kita ketahui bersama 👇
yang dinamakan panah, adalah kayu namun mereka tebang lalu dipotong setelah itu pelah selesai kupas kecil ketika sudah jadi diikat tali yang kecil juga di Ujung-ujung nah sesudah itu pasang tali juga ukuran yang Sama kecil.
yang dimaksud busur, adalah bambu Sama kayu namun musti di pela kecil-kecilan setelah itu baru dianjam pake tali juga nah kita lihat sudah berubah menjadi busur.

Lembah ini dikenal juga sebagai grand baliem valley merupakan tempat tinggal suku Dani yang terletak di Desa Wosilimo, 27 km dari Wamena, Papua. Selain suku Dani beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini yakni suku Yali dan suku Lani.
Panjang Lembah Baliem adalah sekitar 80 kilometer dan lebar sekitar 20 kilometer dan terletak di ketinggian sekitar 1,600-1,700 m, dengan populasi sekitar 100.000 jiwa.
Penemuan Lembah Baliem dan kehadiran tak terduga dari populasi yang besar pertaniannya ditemukan oleh ekspedisi ketiga zoologi Richard Archbold untuk New Guinea pada tahun 1938. Pada tanggal 21 Juni sebuah selatan penerbangan udara Reconnaissance dari Hollandia (sekarang Jayapura) menemukan apa ekspedisi disebut ‘Grand Valley’.
Secara bertahap kemudian lembah sejak itu telah dibuka terbatas untuk pariwisata yaitu dengan adanya Festival Lembah Baliem.

Tak hanya atraksi perang adat, kelompok peserta festival juga menampilkan tarian, nyanyian, dan musik tradisional.
Festival tahunan itu digelar tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018 di sebuah tanah lapang di kaki perbukitan Distrik Walesi, Wamena, Jayawijaya, Papua.
Acara ini melibatkan perwakilan 40 distrik dari seluruh Wamena.
Para perwakilan distrik itu berasal dari suku Dani, Lani, dan Yali. Mereka, baik laki-laki dan perempuan, bertelanjang dada.
Para pria mengenakan koteka atau penutup alat kelamin tradisional. Wajah mereka berhias pernak-pernik tradisional seperti taring babi (wamaik) dan kalung yang disebut mikak.
Adapun, kelompok perempuan dari tiga suku itu mengenakan rok tradisional serta berkalung noken.
Terdapat sejumlah skenario perang, di antaranya perselisihan yang bermula dari penculikan remaja perempuan dan pembunuhan. Perang antara dua suku lalu terjadi, kaum laki-laki saling bertarung dengan panah dan tombak.

Beberapa skenario perang berakhir dengan kisah kemenangan dan kekalahan. Namun ada pula yang berujung perdamaian karena para pihak menganggap perang tak dapat menyelesaikan persoalan.
“Kostum mereka sangat indah. Tarian dan atraksinya beragam, setiap suku menampilkan hal yang berbeda,” kata Susan Boxall, turis asal Bristol, Inggris.
Setelah menyaksikan Festival Lembah Baliem untuk pertama kalinya, Susan merasa perjalanan jauh dan melelahkan yang ia tempuh dari kampung halamannya menuju Wamena terbayar.
Susan menghabiskan setidaknya lima hari sejak terbang dari London, transit di Singapura, Makassar, Biak, dan Jayapura.
“Tradisi ini tidak bisa kami lihat di tempat lain di seluruh dunia,” tuturnya.
Bagaimanapun, ajang tahunan di Lembah Baliem kali ini tak semeriah festival sebelumnya. Pertunjukan adat itu berlangsung sekitar lima jam, selesai sebelum pukul 03.00 WIT.
Kepala Dinas Pariwisata Jayawijaya, Alpius Wetipo, menyebut kisruh pemilihan bupati dan gubernur Juni lalu mempengaruhi penyelenggaraan Festival Lembah Baliem.
Ia berkata, pemerintah sengaja mengurangi perwakilan distrik.

Alpius pun mengakui warga lokal yang menyaksikan festival itu tak sebanyak tahun-tahun terdahulu.
“Tahun ini sedikit sepi. Karena tahun politik, semuanya kami diperhitungkan, sengaja digelar lebih singkat,” tuturnya.
Dalam pilkada Jayawijaya 2018, calon tunggal John Banua-Marthin Yogobi berhadapan dengan kotak kosong. Telah diwarnai keributan sejak penetapan peserta pilkada, hari pencoblosan dan pengumuman bupati terpilih di kabupaten itu pun tak lepas dari persoalan.
OK guys inilah beberapa tradisi dan juga atraksi festival yang digunakan suku balien yalimo..

To bise or not to bise that is the question? I am now more than happy to embrace my closest friends and any good-looking men that should happen across my path but my view isn’t universal. The traditional French greeting of a kiss on the cheek has sadly suffered during the Covid-19 pandemic, but two-thirds […]
La bise is back: Many in France divided over return of cheek kissing
jpr 05 nop 2021

guys inilah Kali balim yang berada di kabupaten jayawijaya wamena papua
tapi tertangkap kamera hanya di areah muara tempat di kurima kabkota jayawijaya.
begitu pula ada banyak pepohonan kemudian ada bunga yang menarik sepertiNya anggreg dan lain-lain.
di bagian Kiri kali ini ada kampung kecil hitikima Terus dibagian kana kurima .
jembatan yang di buat oleh pemerintah kabkota jayawijaya adalah JEMBATAN kandung ketika orang lewat goyang keatas dan bawah tapi masyarakat yang sudah lama lewat biasa” saja tapi orang yang tidak tau hanya Baru pertama kali lewat hati naik turun jantung berdetak.
kemudian hembusan angin yang begitu kencang , yang namaNya angin kurima.
Hy guys jang lupa berkunjung ee karena kewisatawanNya luar bisa..
papua itu indah dan bermaie 🇨🇺
penerbit Vāń berg
shot on vivan1970

matlick terlihat indah dan Ujung gunungNya bercahaya biru.
bermacam-macam bunga yang terlihat indah, beberapa macam warna yang ada ditempat ini.
terutama hijauh, merah, kuning, yang juga bercamburan warna.
pepohonan yang terlihat dari kekayaan memang Hitam.namun dari dekat itu berbeda juga.
ditempat ini ada Goa besar namun para pengunjung bahkan penghuni tidak pernah masuk, dan juga tidak pernah jalan ke dekat Goa tersebut.
dikarenakan Goa tersebut SEJAK dulu sampai dengan Sekarang masih ada walapun orang banyak berlalu la-la .
jalan Rayapun dekat daripada Goa itu tapi tidak bisa, yang juga para pengunjung lihat itu tidak bisa sampe 20 menit. jika pandangan mata ke tempat itu sampe 20 menit lewat maka orang tersebut mati jikalau tidak maka keluarga yang akan kena.
di pandang lama ada terbayang maka ketika dia pulang ke rumah tetap nyawa lego.
tempat ini masih disahgralkan sejak pencipta hingga kini masih ada.
tempat ini ada juga air jernih yang ternama wangkul. kemudian air ini muaraNya juga masuk di Goa ini.
kemudian tingkat perjalanan dari wamena ke ubahak atau angguruk musti melewati belantara ini.
lamaNya perjalanan mulai jalan dari wamena tujuan angguruk menginap di tempat ini. namun rumah bikin pake daun-daunan dan juga rumbut.
letak tempat ini 30-35 meter yang juga panjang perjalanan kaki meewati tempat ini.
disinilah ada bermacam” kus pohon entah ada burung katak yang berwarna kuning, Dan juga hijauh.
katak kuning berada di dalam tanah, dan yang hijauh ada di atas daun atau di rumbut dipinggir kali.
tidak hanya itu namun ada binatang” lain yang saya tidak sebut.
Sebab selinggup bumi cenderawasih ini tak terbilang ada berbagai macam hewan, bahkan binatang puas DLL..
demikian singkat cerita dan “jang lupa berkunjung ya.. guys disini yang menarik jika anda lihat dengan Mata sendiri”😁
penerbit Vāń berg jayapura 5.Nob 2021 time 02.09 wpb.
docfilejpr


Coba dulu baru cerita, pahami dulu baru menjawab, Pikir dulu baru berkata, Dengar dulu baru Beri penilaian, Bekerja dulu baru berharap.
Papua memang mempunyai destinasi alam indah yang tak terhitung.
Tak hanya bebera destinasi wisata yang terkenal ,namum banyak yang tersembunyi di bumi cenderawasuih.
Tanah asal masyarakat meck ini ternyata juga punya tempat liburan asik nan asri.
Air Terjun konoa dan halhalle adalah salah satu Air terjun yang indah dari beberapa kali yang ada wilayah tersebut, bisa dengan petualangan yang menantang.
air terjun in Terletak di Distrik UBAHAK Kabupaten Yahukimo , jarak destinasi ini hanya lebih kurang 100 km dari perkEmpungan.
Di tempat ini, Anda bisa menemukan air terjun yang menjulang setinggi perkiran penulis lebh kurang 30 meter di tengah tebing yang gagah.
Hijaunya pemandangan juga akan semakin membuat Anda rileks dan lupa akan rutinitas harian.
Untuk bisa datang ke tempat ini, Anda perlu menempuh waktu 2 hingga 3 jam dari kampung pinia ke massangkola sudah bisa masuk ke areal air terjun tanpa menggunakan akomodasi sambil menikmati keindahan alam sekitaraanya di hibur oleh suara bebagai macam suara burung.

Air Terjun si perkasa yang mensejukkan kebanggaan masyarakat meck umumnya dan khusunya masyarakat distrik ubahak ini adalah air terjun bersejarah.
Sebelum sampai ke areal air terjun, Anda akan menyusuri kebun masyarakat setempat yang menjadi komodit masyarakat setempat.
Selanjutnya, Anda akan berhenti di tempat istirahat ambil nafas menikmati udara segar lalu lanjut perjalanan ikut kali arukmak.
sebelumnya melanjutkan perjalanan karena jalan yang dilalui hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja.
Jangan lupa untuk beristirahat sejenak dengan menikmati makanan alamiah,tebuh,ubi ,dbeta,pisang yang disiapkan dari rumah.
Perjalanan Anda belum selesai untuk melihat titik Air Terjun tersebut, Anda masih perlu berjalan sepanjang 100 meter agar sampai ke titik air terjun.
Walau sedikit curam, namun jangan khawatir, masyarakat setempat sudah memperbaiki jalan agar lebih mudah diakses oleh pengunjung.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 hingga 3 jam, rasa lelah Anda akan terbayar dengan melihat dan mendengar deburan Air.
Air Terjun ini juga dipenuhi oleh bebatuan yang semakin membuat sungainya makin indah di kelilingi oleh pepohonan dan segala penghijaun
Air terjun dari kali yang berada di atas tebing langsung terjun dengan derasnya ke dalam lembah yang berisi bebatuan berwarna kuning dan hitam.
Percikan air yang jatuh akan membuat Anda langsung tenang dan segar kembali.
Pohon-pohon yang berada di sekitar air terjun juga semakin menambah keasrian pemandangan yang ada.
Anda bisa bisa mandi di lembah maupun menikmati bekal sambil menghayati keindahan Tuhan.
Namun perlu diperhatikan jika Anda hendak mandi di air terjun ini, pastikan Anda tidak berada terlalu dekat dengan air terjun. Hal ini dikarenakan air yang mengalir cukup deras dan untuk menghindari derasnya .
Maka dari itu, Anda juga perlu memperhatikan sikap agar bisa berlibur tanpa membahayakan diri sendiri.
Jumat, 4 November 2021 | 2:40 WPB

Papua merupakan pulau yang berada di ujung timur Indonesia. Sebelumnya, nama Papua adalah Irian Jaya.
Namun, sejak tahun 2003, provinsi ini dibagi menjadi dua provinsi, dengan bagian Timur tetap memakai nama Papua, sedangkan bagian barat menggunakan nama Papua Barat.
Asal-usul nama Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan interaksi antara bangsa asing dengan masyarakat Papua.
Pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini disebut sebagai Nugini Belanda atau Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea.
Selama Revolusi Indonesia berlangsung, Belanda sudah melancarkan aksi polisi untuk mengambil wilayah Papua dari Republik Indonesia.


Baca artikel lebih nyaman tanpa terganggu banyak iklan di aplikasi Kompas.com.UNDUHHomeStori
Jumat, 8 Oktober 2021 | 11:00 WIB Komentar Lihat FotoDOK. FREEPIKRaja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut.Penulis: Verelladevanka Adryamarthanino | Editor: Nibras Nada Nailufar
KOMPAS.com – Papua merupakan pulau yang berada di ujung timur Indonesia. Sebelumnya, nama Papua adalah Irian Jaya.
Namun, sejak tahun 2003, provinsi ini dibagi menjadi dua provinsi, dengan bagian Timur tetap memakai nama Papua, sedangkan bagian barat menggunakan nama Papua Barat.
Baca juga: Sejarah Irian Barat hingga Bergabung ke Indonesia
Asal-usul nama Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan interaksi antara bangsa asing dengan masyarakat Papua.
Pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini disebut sebagai Nugini Belanda atau Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea.
Selama Revolusi Indonesia berlangsung, Belanda sudah melancarkan aksi polisi untuk mengambil wilayah Papua dari Republik Indonesia. https://bc72d3c43146efadafc8d69abea1539e.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0
Alasan Belanda menjajah Papua, karena Papua kaya akan hasil bumi.
Namun, meskipun Belanda menjajah Papua, Belanda tetap ingin memerdekakan Papua, karena Belanda telah melakukan investasi besar di bidang keuangan dan ilmu pengetahuan sejak awal abad 19.
Sayangnya, niatan Belanda ini juga diinginkan oleh Indonesia, di mana Indonesia ingin Papua bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Akhirnya, pada 27 Desember 1949, diselenggarakan Konferensi Meja Bundar.
Melalui konferensi tersebut, Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia.
Manggarai Baru Dikembangkan sebagai Stasiun Sentral Tersibuk https://www.kompas.id/baca/metro/2021/11/03/manggarai-baru-dikembangkan-sebagai-stasiun-sentral-tersibuk/ Download aplikasi Kompasid untuk mendapatkan berbagai berita mendalam dan terpercaya khas Harian Kompas! Android: https://bit.ly/hkompas iOS: https://apple.co/3rvZXy9

Pemindahan penduduk ke dalam wilayah yang diduduki adalah jelas bentuk pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa Keempat.
Seluruh permukiman Israel di wilayah Palestina ditetapkan ilegal di bawah hukum internasional.
Dampak dari pembangunan permukiman tersebut meluas.
Penutupan jalan, pos pemeriksaan, dan desain pembangunan infrastruktur lainnya untuk melindungi pemukim, seperti pemisahan jalan, dan sangat membatasi pergerakan warga Palestina.
Sementara itu, perampasan sumber daya tanah dan air untuk permukiman tersebut menyebabkan petani kehilangan sumber mata pencaharian, dan membatasi pengembangan perkotaan bagi kota-kota di Palestina.
Kekerasan oleh para pemukim, banyak dari mereka bersenjata, melawan penduduk sipil Palestina juga hal rutin setiap harinya, dengan aksi pembakaran lahan pertanian dan pelemparan batu ke mobil.
Lahirnya Gerakan Pemukim Israel

Beberapa bulan setelah perang Juni 1967, permukiman Israel pertama, Kfar Etzion, dibangun di Tepi Barat. Permukiman awalnya dibangun di wilayah strategis utama atas dalih militer tapi berpenduduk jarang.
Orang-orang Yahudi yang dulu menduduki permukiman itu meyakini Tanah Israel sebagai tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka, sebagai pembenar misi mereka untuk menjajah Palestina.
Pada 1968, penghasut sayap kanan Israel, Rabbi Moshe Levinger menyelundup ke Hebron dengan para pengikutnya dari Gerakan Tanah Israel untuk merayakan Paskah dan menolak untuk kembali dari sana.
Dipindahkan oleh pasukan Israel ke dekat pangkalan militer, pemerintah akhirnya mengizinkan pembangunan permukiman Kiryat Arba di pinggiran kota Hebron – menggambarkan gelombang pertama pemukin ideologis di Tepi Barat.
Di tahun yang sama, Dewan Keamanan PBB mengumpulkan 13 suara dan 2 abstain untuk mengadopsi Resolusi 252 “menegaskan kembali bahwa pencaplokan wilayah oleh penaklukan militer tidak dapat diterima”.
Selama periode yang sama, gerakan Gush Emunim mulai dikenal setelah perang Arab-Israel tahun 1973, mengorganisir unjuk rasa, pawai dan aksi mendukung pembangunan permukiman.
Gerakan ini memenangkan pencapaian penting pada 1975 ketika pemerintah mengizinkan Eilon Moreh dibangun dekat Nablus.
Tahun 1977, Perdana Menteri Yitzhak Rabin menyetujui pembangunan permukiman Maale Adumim, yang akhirnya menjadi pusat industri utama dengan lebih dari 30.000 orang.
Permukiman itu, yang menjadi kota pada 1991, merupakan bagian dari kebijakan utama Israel untuk memisahkan Yerusalem dari Tepi Barat, dan mencegah kota yang diperebutkan itu terpecah.
Pada 1978, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Jimmy Carter menganggap bahwa permukiman Israel “tidak konsisten dengan hukum internasional”.
Partai Likud masuk ke Pemerintahan

Ringkasan Catatan Penting Seputar Penjajahan Israel di Palestina

dirilis oleh VĀŃ BERG pada tgl 04.11-2021 pm 02.22 wpb